N0 1
Perkambangan koperasi di Indonesia cenderung lambat
karena pemerintah lebih banyak mementingkan keperluannya sendiri dibandingkan
rakyatnya.Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat
mengapa koperasi Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah
lewat dana dana segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat
bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Tentu saja inimenjadi bantuan yang
tidak mendidik, koperasi menjadi ”manja” dan tidak mandiri hanya menunggu
bantuan selanjutnya dari pemerintah. Selain merugikan pemerintah bantuan
seperti ini pula akan menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus
terusan menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan
sistem pengawasan nya yang baik, walaupun dananya bentuknya hibah yang tidak
perlu dikembalikan. Dengan pengawasan dan bantuan akan membantu koperasi
menjadi lebih profesional, mandiri dan mampu bersaing.
1. “secara
historis, pengembangan koperasi di Indonesia telah digerakkan melalui dukungan
kuat program pemerintah (pendekatan offisialisasi), dan tidak jarang peran
tersebut justru tidak mendewasakan koperasi”.
2. ”Koperasi
akan berkembang jika terdapat kebebasan (independensi) dan otonomi untuk
berorganisasi”.
Kedua pernyataan tersebut menggambarkan dan
menjelaskan kepada kita semua bahwa pemerintah telah melakukan suatu kebijakan
yang sebenarnya kurang begitu tepat kepada koperasi di tanah air ini.
Kekurangtepatan langkah yang diambil pemerintah tersebut berupa dukungan yang
kuat melalui program-program pemerintah untuk menggerakkan koperasi. Padahal
seperti kita ketahui bersama bahwa koperasi harus digerakkan melalui suatu
perwujudan dari adanya tujuan bersama yang berasal dari para anggotanya.
Dengan kata lain koperasi tersebut digerakkan dengan
kekuatan anggota yang menjadi modal dasar bagi perkembangan koperasi
berikutnya. Contoh nya adalah industri tekstil yang dibangun oleh GKBI
(Gabungan Koperasi Batik Indonesia) dan koperasi batik primernya Pemerintah mempunyai
peranan penting yaitu memberikan hak monopoli impor kain putih kepada GKBI
untuk disalurkan kepada anggota koperasi industri batik melalui koperasi
primer. Dari peranannya sebagai distributor itulah, koperasi primer dan
sekundernya bisa mengambil keuntungan yang dipupuk menjadi modal. Namun
industri besar tekstil yang dikembangkan oleh GKBI adalah kerja samanya dengan
badan usaha swasta asing terutama dari Jepang yang dulu mengekspor kain putih
ke Indonesia.
Saat ini GKBI merupakan salah sebuah grup usaha
konglomerasi (yang mempunyai anak-anak perusahaan di berbagai cabang usaha)
yang cukup tangguh yang termasuk ke dalam sembilan calon pembeli bank BCA. Dari
hal tersebut maka tidak selamanya dengan pembentukan institusi khusus koperasi
dapat menjadikan koperasi berkembang dengan baik, terlihat koperasi pada masa
lampau dapat berjaya tanpa adanya institusi tersebut, hanya diperlukan suatu
kebijakan-kebijakan tertentu dari pemerintah yang dapat mendorong berkembangnya
koperasi. Namun tidak salah jika institusi atau lembaga tersebut dibentuk hanya
saja dengan dibentuknya lembaga tersebut dapat secara efektif mendorong
kemajuan koperasi itu sendiri. keberhasilan suatu koperasi tidak selamanya
berkorelasi dengan adanya institusi atau lembaga yang secara khusus menangani
koperasi.
Adanya pembentukan suatu lembaga yang secara khusus
menangani koperasi termasuk ke dalam bentuk campur tangan pemerintah dalam mengembangkan
koperasi itu sendiri. Campur tangan tersebut baik diterapkan namun sistem penerapannya
perlu dikaji lebih lanjut. Hal tersebut perlu dilakukan agar menghindari sikap ketergantungan
koperasi terhadap pemerintah, sehingga koperasi akan sulit untuk mandiri
(sesuai dengan prinsip otonomi dan kemandirian koperasi).Sikap dan Kebijakan Pemerintah
terhadap perkoperasian
di Indonesia terus ditunjukan dengan banyaknya peraturan tentang koperasi sehingga mencerminkan ketidakkonsistennan sikap pemerintah terhadap perkoperasian di Indonesia. Ada kalanya pemerintah bersikap acuh tak acuh dan ada kalanya pula pemerintah memanjakan koperasi,Pasang surut dan naiknya perkembangan koperasi di Indonesia tidak terlepas dari kebijakan dan sikap pemerintah pada masa tertentu terhadap koperasi.
di Indonesia terus ditunjukan dengan banyaknya peraturan tentang koperasi sehingga mencerminkan ketidakkonsistennan sikap pemerintah terhadap perkoperasian di Indonesia. Ada kalanya pemerintah bersikap acuh tak acuh dan ada kalanya pula pemerintah memanjakan koperasi,Pasang surut dan naiknya perkembangan koperasi di Indonesia tidak terlepas dari kebijakan dan sikap pemerintah pada masa tertentu terhadap koperasi.
N0 2
Modalnya terbagi dalam saham yang seluruh
atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh pemerintah (atas nama negara)
yang tujuan utamanya mengejar keuntungan.Sebagian atau seluruh modalnya adalah
milik negara dari kekayaan negara yang dipisahkan
N0 3
Usaha Kuliner Makanan dan minuman merupakan kepentingan
pokok yang utama bagi manusia, oleh karena itu tidak bisa dipungkiri kalau
usaha kuliner menempati peringkat pertama pilihan orang-orang yang akan memulai
usahanya. Warung makan dan katering menjadi solusi awal jika seseorang
mengalami kebuntuan dalam memilih jenis usaha yang akan dijalaninya itu. Tapi
perlu diingat bahwa usaha makanan dan minuman tetap memerlukan pengelolaan yang
baik dari pembuatan hingga siap disajikan dengan menjaga cita rasa mutu
masakannya itu serta pemasaran yang tertarget dan tepat guna mengembangkan
bisnis kulinernya tersebut.
Usaha Kerajinan Berbekal dari hobi dalam membuat berbagai
seni kerajinan tangan bisa menjadi peluang bisnis menguntungkan karena
kebutuhan pada hasil produk kerajinan saat ini sudah banyak dicari orang untuk
berbagai keperluan. Souvenir menjadi produk erajinan yang paling dibutuhkan
dalam jumlah yang lumayan banyak dan biasanya untuk digunakan sebagai tanda mata
untuk perayaan pesta perkawinan. Kerajinan souvenir rata-rata dalam
pembuatannya tidak membutuhkan modal banyak karena bisa memanfaatkan atau
mendaur ulang barang-barang bekas sehingga menghasilkan produk yang menarik.
Selain itu juga tidak ada keharusan memiliki tempat tersendiri yang luas dalam
pengerjaannya. Kerajinan tangan bisa dikerjakan di rumah dan menjadi suatu
usaha sampingan rumah tangga terutama bagi ibu- ibu agar mendapatkan
penghasilan tambahan.
Bisnis Jasa
Ini merupakan jenis usaha yang lebih memerlukan
keahlian khusus sebagai modal utama. Banyak bisnis jasa yang punya peluang
menguntungkan beberapa diantaranya adalah bisnis laundry, perbaikan perangkat
elektronik, pembuatan desain gambar, fotografi, sinematografi, dan masih banyak
lagi. Walaupun usaha jasa memerlukan alat bantu yang notabene punya harga yang bervariasi
tetapi intinya hasil akhir kualitasnya tergantung dari orang yang
mengerjakannya.
Bisnis Online
Bisnis melalui internet sudah beberapa tahun in
imenjadi tren yang banyak diikuti oleh orang- orang. Hal itu dipandang sebagai
usaha yang menguntungkan karena dengan modal minimal, efektif dalam waktu
pengerjaan, serta jangkauan pemasaran yang luas menghasilkan keuntungan yang
bisa lebih besar dari bidang bisnis lainnya. Sudah banyak yang menjalani bisnis
sebagai internet marketing hingga sukses bahkan hasil dari bisnis online
sebagai sampingan bisa melebihi dari penghasilan utamanya. Sekali lagi jangan
melihat betapa mudahnya mendapatkan uang dari bisnis online, tapi lihat proses
yang telah dijalani orang-orang yang telah berhasil. Jatuh bangun ketika mengawali
usahanya hingga diujung rasa frustasi akut saat mengalami berbagai kegagalan.
1. Bisnis Internet, data processing dan jasa informasi lainnya (jualan di
website / internet..)
2. Sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya
3. Sofware (jual beli aplikasi)
4. Jasa ketenagakerjaan
5. Konsultasi: management,science,dan teknis
6. Home Health Care
7. Jasa penasihat keuangan pribadi
8. Jasa perawatan anak
9. Seni, hiburan, dan rekreasi
10. Film/video
Tidak ada komentar:
Posting Komentar