Selasa, 19 November 2013

tugas kuliah pengantar Bisnis


N0 1

Perkambangan koperasi di Indonesia cenderung lambat karena pemerintah lebih banyak mementingkan keperluannya sendiri dibandingkan rakyatnya.Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Tentu saja inimenjadi bantuan yang tidak mendidik, koperasi menjadi ”manja” dan tidak mandiri hanya menunggu bantuan selanjutnya dari pemerintah. Selain merugikan pemerintah bantuan seperti ini pula akan menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus terusan menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan sistem pengawasan nya yang baik, walaupun dananya bentuknya hibah yang tidak perlu dikembalikan. Dengan pengawasan dan bantuan akan membantu koperasi menjadi lebih profesional, mandiri dan mampu bersaing.

1.      “secara historis, pengembangan koperasi di Indonesia telah digerakkan melalui dukungan kuat program pemerintah (pendekatan offisialisasi), dan tidak jarang peran tersebut justru tidak mendewasakan koperasi”.
2.      ”Koperasi akan berkembang jika terdapat kebebasan (independensi) dan otonomi untuk berorganisasi”.

Kedua pernyataan tersebut menggambarkan dan menjelaskan kepada kita semua bahwa pemerintah telah melakukan suatu kebijakan yang sebenarnya kurang begitu tepat kepada koperasi di tanah air ini. Kekurangtepatan langkah yang diambil pemerintah tersebut berupa dukungan yang kuat melalui program-program pemerintah untuk menggerakkan koperasi. Padahal seperti kita ketahui bersama bahwa koperasi harus digerakkan melalui suatu perwujudan dari adanya tujuan bersama yang berasal dari para anggotanya.

Dengan kata lain koperasi tersebut digerakkan dengan kekuatan anggota yang menjadi modal dasar bagi perkembangan koperasi berikutnya. Contoh nya adalah industri tekstil yang dibangun oleh GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia) dan koperasi batik primernya Pemerintah mempunyai peranan penting yaitu memberikan hak monopoli impor kain putih kepada GKBI untuk disalurkan kepada anggota koperasi industri batik melalui koperasi primer. Dari peranannya sebagai distributor itulah, koperasi primer dan sekundernya bisa mengambil keuntungan yang dipupuk menjadi modal. Namun industri besar tekstil yang dikembangkan oleh GKBI adalah kerja samanya dengan badan usaha swasta asing terutama dari Jepang yang dulu mengekspor kain putih ke Indonesia.

Saat ini GKBI merupakan salah sebuah grup usaha konglomerasi (yang mempunyai anak-anak perusahaan di berbagai cabang usaha) yang cukup tangguh yang termasuk ke dalam sembilan calon pembeli bank BCA. Dari hal tersebut maka tidak selamanya dengan pembentukan institusi khusus koperasi dapat menjadikan koperasi berkembang dengan baik, terlihat koperasi pada masa lampau dapat berjaya tanpa adanya institusi tersebut, hanya diperlukan suatu kebijakan-kebijakan tertentu dari pemerintah yang dapat mendorong berkembangnya koperasi. Namun tidak salah jika institusi atau lembaga tersebut dibentuk hanya saja dengan dibentuknya lembaga tersebut dapat secara efektif mendorong kemajuan koperasi itu sendiri. keberhasilan suatu koperasi tidak selamanya berkorelasi dengan adanya institusi atau lembaga yang secara khusus menangani koperasi.

Adanya pembentukan suatu lembaga yang secara khusus menangani koperasi termasuk ke dalam bentuk campur tangan pemerintah dalam mengembangkan koperasi itu sendiri. Campur tangan tersebut baik diterapkan namun sistem penerapannya perlu dikaji lebih lanjut. Hal tersebut perlu dilakukan agar menghindari sikap ketergantungan koperasi terhadap pemerintah, sehingga koperasi akan sulit untuk mandiri (sesuai dengan prinsip otonomi dan kemandirian koperasi).Sikap dan Kebijakan Pemerintah terhadap perkoperasian
di Indonesia terus ditunjukan dengan banyaknya peraturan tentang koperasi sehingga mencerminkan ketidakkonsistennan sikap pemerintah terhadap perkoperasian di Indonesia. Ada kalanya pemerintah bersikap acuh tak acuh dan ada kalanya pula pemerintah memanjakan koperasi,Pasang surut dan naiknya perkembangan koperasi di Indonesia tidak terlepas dari kebijakan dan sikap pemerintah pada masa tertentu terhadap koperasi.


N0 2
Modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh pemerintah (atas nama negara) yang tujuan utamanya mengejar keuntungan.Sebagian atau seluruh modalnya adalah milik negara dari kekayaan negara yang dipisahkan


N0 3

Usaha Kuliner Makanan dan minuman merupakan kepentingan pokok yang utama bagi manusia, oleh karena itu tidak bisa dipungkiri kalau usaha kuliner menempati peringkat pertama pilihan orang-orang yang akan memulai usahanya. Warung makan dan katering menjadi solusi awal jika seseorang mengalami kebuntuan dalam memilih jenis usaha yang akan dijalaninya itu. Tapi perlu diingat bahwa usaha makanan dan minuman tetap memerlukan pengelolaan yang baik dari pembuatan hingga siap disajikan dengan menjaga cita rasa mutu masakannya itu serta pemasaran yang tertarget dan tepat guna mengembangkan bisnis kulinernya tersebut.

Usaha Kerajinan Berbekal dari hobi dalam membuat berbagai seni kerajinan tangan bisa menjadi peluang bisnis menguntungkan karena kebutuhan pada hasil produk kerajinan saat ini sudah banyak dicari orang untuk berbagai keperluan. Souvenir menjadi produk erajinan yang paling dibutuhkan dalam jumlah yang lumayan banyak dan biasanya untuk digunakan sebagai tanda mata untuk perayaan pesta perkawinan. Kerajinan souvenir rata-rata dalam pembuatannya tidak membutuhkan modal banyak karena bisa memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang bekas sehingga menghasilkan produk yang menarik. Selain itu juga tidak ada keharusan memiliki tempat tersendiri yang luas dalam pengerjaannya. Kerajinan tangan bisa dikerjakan di rumah dan menjadi suatu usaha sampingan rumah tangga terutama bagi ibu- ibu agar mendapatkan penghasilan tambahan.

Bisnis Jasa
Ini merupakan jenis usaha yang lebih memerlukan keahlian khusus sebagai modal utama. Banyak bisnis jasa yang punya peluang menguntungkan beberapa diantaranya adalah bisnis laundry, perbaikan perangkat elektronik, pembuatan desain gambar, fotografi, sinematografi, dan masih banyak lagi. Walaupun usaha jasa memerlukan alat bantu yang notabene punya harga yang bervariasi tetapi intinya hasil akhir kualitasnya tergantung dari orang yang mengerjakannya.

Bisnis Online
Bisnis melalui internet sudah beberapa tahun in imenjadi tren yang banyak diikuti oleh orang- orang. Hal itu dipandang sebagai usaha yang menguntungkan karena dengan modal minimal, efektif dalam waktu pengerjaan, serta jangkauan pemasaran yang luas menghasilkan keuntungan yang bisa lebih besar dari bidang bisnis lainnya. Sudah banyak yang menjalani bisnis sebagai internet marketing hingga sukses bahkan hasil dari bisnis online sebagai sampingan bisa melebihi dari penghasilan utamanya. Sekali lagi jangan melihat betapa mudahnya mendapatkan uang dari bisnis online, tapi lihat proses yang telah dijalani orang-orang yang telah berhasil. Jatuh bangun ketika mengawali usahanya hingga diujung rasa frustasi akut saat mengalami berbagai kegagalan.


1. Bisnis Internet, data processing dan jasa informasi lainnya (jualan di website / internet..)
2. Sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya
3. Sofware (jual beli aplikasi)
4. Jasa ketenagakerjaan
5. Konsultasi: management,science,dan teknis
6. Home Health Care
7. Jasa penasihat keuangan pribadi
8. Jasa perawatan anak
9. Seni, hiburan, dan rekreasi
10. Film/video


Jumat, 08 November 2013

masalah bisnis saat ini



Dalam berbisnis kita tidak lepas dari masalah ataupun kendala. Namun di dalam masalah itu sering kali terdapatpeluang yang besar untuk menumbuhkan suatu bisnis. Begitulah kira-kira salah satu nasehat bijak dalam menghadapi masalah bisnis.
Disadari ataupun tidak. Suatu bisnis selalu mempunyai masalah yang mengganjal perjalanan bisnis tersebut.Begitu juga dengan bisnis keluarga saya.( Konter handphone)
Setelah menelaah dan meriset permasalahan bisnis yang sering saya hadapi.maka akhirnya saya bisa menjabarkannya dibawah ini:
1. Kredit macet masih no uno!
Banyaknya pelanggan konter handphone saya yang ngutang, melakukan pembeliaan dengan cara pembayaran angsur. Ditambah lagi keseganan saya dalam menagih hutang. Dan kekurang jelian saya dalam memerikan pasilitas kredit kepelanggan. Membuaat permasalahan kredit macet ini menjadi musuh utama bisnis saya dalam beberapa waktu terakhir ini.
Solusinya:
A. memperketat pemberian Fasilitas kredit.
B. Menaikkan selisih harga
Kredit dan kontan.
C. Melakukan sistem pencatatan riwayatpelanggan.
D. Membedakan harga untuk pelanggan dengan katagori pelanggan lancar,setengah lancar, berkatagori macet.
2. Stok barang yang tidak terupdate.
Sebagai pedagang eceran sekaligus juga grosir yang terletak jauh di pelosok daerah. Yang melakukan pembelian ke suplayer dengan sistem datang ke agen.Sering Membuat stok barang usaha saya tidak lengkap.
Ditambah lagi lambatnya perputaran uang masuk akibat keberadaan usaha di tengah-tengah perusahaan. Yang pelanggan rata-rata meningkat tajam hanya di saat-saat pekerja perusahaan menerima gaji.
Solusi:
A. Melakukan pencatatan setiap hari terhadap stok barang. Sehingga bisa memantau keadaan stok barang dengan cepat.
B. Segera melakukan pembelian ke suplayer apabila terjadi kasus stok kosong, dengan syarat utama biaya transport lebih kecil dari keuntungan yang didapat.
3. Masih mengunakan sistem menejemen keuangan tradisional khas kaki lima.
Usaha saya masih mencampur sistem keuangan konter dan keluarga. Menjadikan semua uang dalam satu kas.sehingga sulit memonitor biaya hidup yang cenderung mengikuti gaya hidup kosumtif.
Solusi:
A. Mengaji diri sendiri. Dengan menyebutkan angka tertentu untuk biayahidup keluarga.
B. Melakukan pencatatan arus kas usahasecara modern namun sederhana.
4.Terlalu banyak dan cepat melakukan investasi di bidang yang tidak berhubungan dengan usaha secara langsung.
Membangun ruko yang jauh dari tempat usaha dan juga membeli lahan di tempatlain. Sementara modal utamanya adalah dari hasil usaha konter. Membuat konter saya beberapa bulan terakhir ini kelimpungan dalam arus kas. Sehingga kelihatan stagnan dalam arus permodalan. Akibat uang kas yang banyak lari keluar.
Solusi:
Menentukan jumlah investasi keluar secara persentase dari hasil keuntungan usaha.
5. Dua pengelola berbeda dalam satu usaha.
Sebagai usaha bersama, antara
saya dan istri. Membuat fungsi dan hak kami sama dalam menjalankan roda usaha. Kadang sering terjadi berbeda pandangan dalam mengambil keputusan, walaupun tujuannya sama. Membuat Sistem operasional prosedur usaha berjalan tidak konsisten.
Solusi:
A. Menerapkan menejemen cinta. Asas mamfaat karena satu keluarga satu tujuan.
B.membagi hak dan kewenangan dalam mengambil keputusan usaha secara musyawarah cinta kekeluargaan.
C. Mencari usaha baru untuk dijalankanisteri sendiri atau suami sendiri secara total.
Demekianlah kira-kira masalah usaha yang saya hadapi sekarang ini. Dengan solusi yang mengikutinya. Mungkin ada rekan dan pembaca yang ingin menambahkan solusi lainnya akan permasalahan usaha yang saya hadapi ini.sementara saya tetap dengan keyakinan solusi akan manjur dengan dijalankan dengan konsisten.
Masalah Bisnis Yang Sering Dihadapi | Di bawah ini daftar permasalahan bisnis yang sering dialami banyak orang

1.Modal

Biasanya orang yang hendak melakukan usaha selalu mengkambing hitamkan modal, Padahal ada banyak cara mendapatkan modal dan modal itu juga tidak selalu uang tetapi bisa dengan ide, berupa tenaga dan lainnya.

2.Menunda Mulai Bisnis

Sering kan anda mendengar "Wah usaha itu seperti yang sudah saya pikirkan satu tahun lalu tapi sayangnya saya tak segera mengeksekusinya".

3.Sepi Pelanggan 

Saat bisnis sudah mulai pembeli atau pelanggan tidak kunjung datang, ini merupakan masalah serius yang kerap dialami pembisnis pemula.

4.Kesulitan Meningkatkan penjualan

Mungkin bisnis bisa berjalan, tapi untuk meningkatkannya kesulitan. Sulit untuk memperluas jaringan, sulit untuk meningkatkan penjualan, sulit untuk menembus pasar baru.

5.Gagal Melakukan Marketing Yang Jitu

Sudah mencoba beriklan dan melakukan pemasaran namun hasilnya tidak sesuai harapan, berarti ada masalah pada cara marketing yang dilakukan.
Tiga persoalan yang selalu mendapat perhatian dari pemerintah maupun masyarakat karena dapat mempengaruhi setiap konsumen dalam sistem bisnis kita, yaitu :
1.      Inflasi
Inflasi adalah suatu kenaikan harga – harga barang dan jasa secara umum dalam perekonomian. Para ekonom telah merasakan bahwa inflasi itu merupakan suatu proses yang membatasi diri. Hal ini disebabkan oleh adanya ketidakseimbangansementara antara permintaan dan penawaran barang dan jasa. Jika permintaan turun atau penawan meningkat, seharusnya tingkat inflasi lebih rendah.
2.      Produktifitas
Produktifitas adalah keluaran barang dan jasa per unit tenaga kerja. Untuk meningkatkan produktifitas, orang tidak cukup hanya dengan bekerja keras, tetapi juga memerlukan peralatan dan metode kerja yang lebih baik. Disamping itu juga diperlukan peningkatan investasi, riset dan pengembangan, dan teknik – teknik manajemen yang lebih maju.
3.      Pengangguran
Tingkat pengangguran di Indonesia tidak dapat ditentukan secara tepat karena sulitnya mendapatkan data yang akurat. Bersamaan dengan resesi yang terjadi akhir – akhir ini banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan. Pada umumnya pemutusan hubungan kerja ini terjadi karena perusahaan tidak mampu lagi membayar mereka sebagai akibat turunnya penghasilan ( dari penjualan ) secara drastis. Namun tidak mustahil jika kondisi perekonomian membaik yang berpengaruh juga pada kondisi perusahaan, maka pemutusan hubungan kerja ini dapat dibatalkan, dengan kata lain mereka ditarik kembali untuk bekerja.
Kesimpulan :
Apabila kita ingin mendirikan suatu bisnis. Maka kita harus memperhatikan dasarnya terlebih dahulu. Karena dasar nya tersebut mampu mengubah sebagian struktur dalam perekonomian. Bisnis merupakan suatu bagian dalam perekonomian. Dasar yang sangat mempengaruhi dunia bisnis tersebut adalah Inflasi, Produktifitas dan Pengangguran. Tiga dasar ini mempunyai peran yang sangat penting karena ketiga dasar terbut mampu menimbulkan masalah dalam dunia bisnis. Apabila berubah secara berkala. Dunia bisnis pun bisa berubah secara berkala. Sehingga kita harus mampu dan lebih memahami bagaimana kita dapat mengatasi masalah – masalah yang mempengaruhi dunia bisnis.

ciri-ciri bisnis



Karakteristik dalam bisnis modern adalah adanya spesialisasi, saling ketergantungan (interdependence) dan produk massal.
1. Spesialisasi
2. Interdependence
3. Produk Massal

    Produksi diartikan usaha menciptakan barang dan jasa yang menambaha kegunaan (utiliy). Ada 4 kegunaan (utility) yang timbul dari produksi ini yaitu :
1. Form utility (Kegunaan Bentuk)
Peningkatan kegunaan dari suatu benda antara lain dapat disebabkan oleh perubahan bentuknya. contoh : nilai guna dari sebuah lempengan besi relatif rendah, namun jika lempengan besi tersebut ditempa menjadi sebuah pisau, maka nilai gunanya akan menjadi lebih besar.
2. Place utility (Kegunaan Tempat)
Pertambahan kegunaan dari suatu benda antara lain dapat karena dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain. Contoh : sebuah mantel yang tebal tidak banyak gunanya jika dipakai di daerah tropis, namun jika dipakai di daerah dingin maka akan lebih terasa manfaatnya.
3. Time utility (Kegunaan Waktu)
Kegunaan suatu benda bertambah jika benda itu dipakai pada waktu-waktu yang tepat dan sesuai dengan manfaat benda tersebut. Contoh : payung akan lebih berguna jika dipakai pada waktu hujan atau saat hari terik.
4. Posession utility (Kegunaan Kepemilikan) 
Kegunaan suatu benda baru terasa bila telah ada pemiliknya, atau dimiliki oleh konsumen yang tepat. Contoh : tanah yang kosong dan terbengkalai tidak akan memiliki manfaat, tetapi tanah tersebut baru membawa manfaat bila dimiliki dan diolah oleh manusia yang bisa mengolah tersebut. 

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa bisnis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Merupakan kegiatan individu atau kelompok.
  2. Terorganisasi (adanya manajemen).
  3. Memproduksi barang atau jasa.
  4. Menciptakan nilai.
  5. Produksi dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  6. Melakukan transaksi atau pertukaran
  7. Mendapatkan laba (keuntungan) dari kegiatannya.

sejarah perkembangan bisnis



Pada masa dulu, kegiatan bisnis dilakukan pada tingkat keluarga, secara tertutup. Keluarga-keluarga pada saat itu menanam tanaman guna memenuhi kebutuhan bahan makanan, membuat pakaian sendiri, membuat rumah sendiri dengan bantuan tetangga dsb. Usaha mereka terbatas hanya pada bidang yang sangat kecil. Pada saat itu belum terpikirkan oleh mereka untuk membuat usaha yang bersifat komersial, dengan meminjam modal untuk produksi berskala besar.
            Kemudian muncul Revolusi industri yang membawa perubahan secara drastis dan sangat penting. Adanya mesin uap menimbulkan perubahan ;pada pertanian yang tadinya menggunakan bajak, dengan tenaga sapi, kerbau, sekarang diganti dengan traktor dan buldozer  yang bertenaga luar biasa. Kemudian muncul pula tenaga kerja yang mulai menerima upah, dengan demikian penghasilan keluarga bertambah. Dengan bertambahnya penghasilan keluarga ini, mereka mampu membeli barang lain, yang dibuat oleh orang lain pula. Akhirnya ekonomi tumbuh pesat dan memberi peluang berkembangnya pabrik-pabrik, perdagangan besar, perdagangan eceran, dan perusahaan jasa baik perorangan ataupun persekutuan.
Kegiatan bisnis juga dilakukan oleh para nabi seperti diungkapkan dalam hadis HR Al-Hakim: Bahwasanya Nabi Daud adalah seorang ahli pertenunan (kain dan baju besi). Nabi Adam seorang petani, nabi Nuh seorang tukang kayu, nabi Idris seorang tukang jahit, sedangkan nabi Musa seorang pengembala. Demikian pula nabi Ibrahim adalah yang pertama kali mengurusi perkongsian sampai menjadi seorang konglomerat di zamannya (Mesir).
            Begitu pula nabi Muhammad SAW sejak usia 7 tahun sudah mengembala kambing kemudian pada usia 9 tahun beliau ikut pamannya berniaga ke negeri Syam, isterinya sendiri Khadijah adalah seorang pengusaha yang sukses
 Dalam QS Al-Mulk ayat 15, QS Nuh ayat 19-20


            Pada zaman globalisasi, dunia yang paling transparan kita lihat bagaimana hebatnya persaingan bisnis perusahaan nasional, multinasional, perang ekonomi lewat perdagangan antar bangsa, yang saling berebut untuk menguasai pasar dunia dalam bidang barang dan jasa. Oleh karena itu kita harus mulai mengembangkan dan mencurahkan perhatian untuk membina generasi muda yang akan informasi  bidang bisnis ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoyzsHCHlH7mSL_9hWDwAztLwWyO1Z8wuzEQ0AKucsc3z7QkuU7q-MTFn8SqqpS54riz9ayn2LIWnBR0CbfuvPVV9quM8RGt5bP7XwL9NTPXJ12nwP1GuBb7kZmnsnorfH-Rftl7RNmDw/s1600/henry+ford.jpg
Era indusutri dengan pionirnya Henry Ford pemilik dari Ford industri mendapatkan penghasilan sebesar 10 triliun pertamanya dalam kurun waktu karir kerja selama 25 tahun.Di masa ini barang siapa yang tidak bekerja maka dia tidak akan mendapatkan penghasilan,namun bagi yang bekerja dengan keras dan dengan prestasi yang cukup baik dalam ruang lingkup kerjanya akan mendapatkan jaminan pensiunan dari perusahaan.Tentunya jaminan tersebut jauh dari cukup karena sudah tidak bekerja lagi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE_FbJQ0BJ8Tgz6lkTbsQsdxvK3-TWXR0XPp3t19BLTwyR25Kd0HKFby38-LZBs5iRNlB-JuOfdBSiPhywN7tgYnizTlq7b8z7nQ6WXl6UqJkGHVBDTGPUw0T7LXNvIErleh1ivzultMo/s1600/bill+gates.jpg

Era Teknologi,masa-masa dimana teknologi menjadi tolak ukur penghasilan yang tak terbatas.Karena semakin bagus mutu dari suatu tekhnologi maka yang menciptakan akan menciptakan suatu passive income yang tak terbatas dari hasil karya yang diciptakan dan menghasilkan royalti.Di masa ini yang menjadi pionir adalah Bill Gates pemilik Microsoft dengan penghasilan 10 triliun pertama setelah 12 tahun.Tentunya dengan menciptakan sebuah teknonogi komputer yang saat ini terus berkembang dan akan terus menciptakan royalti terus menerus bagi Bill Gates.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMZ3oSPkkVt83HX82DxltsssXHhtJbHSI-rreSaEl8dZBLLxqMaUNUhdMDrz2923sbshQSPM0IEtNdJjXqikE3KGff3YlIvHKpxgbKkABuDF8x6_Si3gZWoPG5qS9evPIZwiXs4ZEXv9w/s1600/jeff+bezos.jpg

Era Informasi,yang di awali pada awal tahun 1990-an dan terus berkembang pesat sampai saat ini dan diyakini akan terus berkembang dari tahun ke tahun selanjutnya.Kecepatan dunia informasi akan memegang penuh dalam perkembangan dunia bisnis dimasa mendatang mulai dari industri kecil sampai industri besar,rumahan hingga pabrik,toko,sekolah,organisasi,marketing dan masih banyak lagi akan membutuhkan kecepatan dalam penyampaian bisnisnya.Dalam hal ini bisa dikatakan melalui jaringan internet/website yang akan selalu siap bersedia bekerja untuk Anda 24 jam non stop tanpa upah akan bekerja untuk Anda.Saat ini yang menjadi pionir di masa ini adalah Jeff Besos pemilik dari amazon.com (Toko Online terbesar dunia) dengan penghasilan 10 triliun pertama dalam kurun waktu 3 tahun perjalanan karir.
Bisnis Indonesia adalah surat kabar harian dengan segmentasi pemberitaan bisnis dan ekonomi berbahasa Indonesia yang diterbitkan di Jakarta, Indonesia, sejak 14 Desember 1985. Bisnis Indonesia diterbitkan oleh PT Jurnalindo Aksara Grafika (PT JAG) yang merupakan kongsi bisnis empat pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono (Sahid Group), Ciputra (Ciputra Group), Anthony Salim (Salim Group), dan Eric Samola. Pemimpin Redaksi saat ini adalah Arief Budisusilo yang menggantikan Ahmad Djauhar sejak 2009, dengan Wakil Pemred Y. Bayu Widagdo, yang menggantikan Linda Tangdialla sejak 2012. Setelah tidak bertugas sebagai Pemred, Ahmad Djauhar menjabat sebagai Wakil Pemimpin Umum dengan tetap sebagai Direktur Pemberitaan Bisnis Indonesia, sedangkan Linda Tangdialla kini memimpin portal berita Kabar24.com selaku pemimpin redaksi. Kabar24.com merupakan unit baru dalam kelompok media Bisnis Indonesia.
Awalnya, koran Bisnis Indonesia berkantor di bekas bengkel reparasi mesin jahit Singer di Jalan Kramat V/8, Jakarta Pusat. Koran yang fokus pada berita bisnis, ekonomi, dan umum ini meroket berkat booming yang melanda lantai Bursa Efek Jakarta pada tahun 1987 dan akibat maraknya industri perbankan sebagai hasil penerapan kebijakan Paket Oktober (Pakto) 1988.
Pertumbuhan yang baik tersebut membuat koran ini mampu membangun gedung sendiri dan kantor pun pindah ke Wisma Bisnis Indonesia (WBI) di Jalan Letjen S. Parman Kav. 12A Slipi, Jakarta Barat, pada akhir 1990. Namun kemacetan luar biasa di lokasi tersebut dan perhitungan bisnis pada masa depan membuat koran ini kembali pindah ke wilayah Segitiga Emas Sudirman.
Mulai 1 Januari 2005 kegiatan operasional Bisnis Indonesia berpusat di Wisma Bisnis Indonesia (WBI) lantai 5-8, Jalan KH Mas Mansyur No. 12A, Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Saat ini, Bisnis Indonesia memiliki kantor perwakilan di sejumlah kota di Indonesia yakni di Medan, Pekanbaru, Batam, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, dan Makassar.
Sebagai lembaga pemberitaan, Bisnis Indonesia juga menjadi pemasok tetap beberapa lembaga pemberitaan internasional seperti NewsNet Asia (yang menerjemahkan berita Bisnis ke dalam bahasa Jepang, Factiva (usaha patungan Dow Jones dan Reuters), dan ISI Emerging Markets (dari kelompok usaha Euromoney Institutional Investor Group Co.), Xinhua (kantor berita China), dan Bloomberg (kantor berita berbasis di New York, AS).